Cerita Kelezatan Soto Bangkong, Ikonik dan Melegenda Sejak Tahun 1950

Kuliner berusia puluhan tahun yang terus eksis, bahkan melegenda, menunjukkan kesuksesan pengelolanya mempertahankan cita rasa kelezatan kulinernya. Sehingga pelanggannya tetap setia. Bahkan dari waktu ke waktu melahirkan pelanggan baru, sebagaimana kuliner itu pun telah diwariskan ke generasi berikutnya.

Soto Bangkong, rasanya juara...

Soto Bangkong, rasanya juara…

Kuahnya gurih dan sedap...

Kuahnya gurih dan sedap…

Di Kota Semarang, ada kuliner legendaris dan ikonik yang sampai kini tetap berkibar sebagai jujugan kuliner. Kuliner itu tak lain adalah Soto Bangkong. Adalah Pak Haji Soleh Sukarno, sosok di balik soto legendaris ini. Awal merintis usaha, Pak Soleh menjajakan sotonya dengan menggunakan angkring bambu yang dipikul berkeliling kampung dengan berjalan kaki.

Pak Soleh belajar membuat soto dari ayahnya. Pada masa penjajahan, ia sudah mulai berjualan soto secara berkeliling di Semarang. Di “kota lumpia” itu , ia berjualan hingga era revolusi fisik tahun 1945. Saat meletus pertempuran lima hari di Semarang, ia pulang ke Sukoharjo. Kemudian balik lagi ke Semarang tahun 1950 untuk berjualan soto lagi.

Cerita kelezatan soto Pak Soleh menyebar dari mulut ke mulut. Sotonya mendapat julukan “Soto Bangkong” yang diambil dari nama tempat didirikannya warung makan ini, yaitu di Perempatan Bangkong, Semarang. Tahun 1957, Pak Soleh mematenkan nama tersebut dan kemudian membangun warung permanen di samping Kantor Pos Bangkong, yang masih ada dan menjadi pusat dari jaringan Soto Bangkong sampai kini.

Sate ayam dan sate telur puyuh...

Sate ayam dan sate telur puyuh…

Sate tempe dan sate perkedel...

Sate tempe dan sate perkedel…

Kombinasi yang pas, memperkuat cita rasa kelezatannya....

Kombinasi yang pas, memperkuat cita rasa kelezatannya….

Bagi saya, cita rasa Soto Bangkong memang juara. Kuah khas bening agak kecoklatan itu terasa gurih dan sedap. Disajikan dengan seporsi nasi yang bisa dicampur maupun dipisah dengan kuah, satu porsi Soto Bangkong berisi suiran daging ayam, irisan tomat, bihun, tauge, serta taburan bawang putih dan merah.

Soto yang dihidangkan dalam ukuran mangkuk kecil ini semakin nikmat saat disantap bersama lauk pendamping, di antaranya sate ayam, sate kerang, sate telur puyuh, sate tempe, sate perkedel, dan krupuk. Meski menu utamanya soto, tetapi warung ini juga menyediakan ayam goreng dan garang asem sebagai menu pilihannya.

Juga menyediakan pilihan menu lainnya...

Juga menyediakan pilihan menu lainnya…

Berlokasi di samping Kantor Pos Bangkong Semarang....

Berlokasi di samping Kantor Pos Bangkong Semarang….

Bila sedang berada di Semarang, monggo mencicipi Soto Bangkong yang legendaris ini. Warung ini berlokasi di Ruko Bangkong Plaza, Jl. Brigjen Katamso No. 1, Kota Semarang. Buka mulai jam 06.00 s.d 22.00 WIB dan seporsi sotonya dipatok Rp 15.000,-.

Salam @JatengNyamleng!*

Advertisements

About Kang Asti

Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Kerjasama dan kemitraan via email: badiatulmuchlisinasti@gmail.com
This entry was posted in Kuliner Semarang. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s