Mengenali Berbagai Karakter Daging, Manfaat dan Bahayanya (Perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Ath-Thib an-Nabawi) (1)

Daging yang halal bermacam-macam ragamnya. Ada daging domba, kambing, sapi, kelinci, kuda, dan lain sebagainya. Masing-masing dibedakan berdasarkan asal dan karakternya. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam salah satu kitab monumentalnya Ath-Thib an-Nabawi, menjelaskan hukum masing-masing daging menurut jenis, sifat, manfaat, dan bahayanya. Sebagai berikut:

Kambing, yang enak dan berkhasiat dari daging kambing yang masih muda...

Kambing, yang enak dan berkhasiat dari daging kambing yang masih muda…

-Daging Domba
Sifatnya panas pada tingkatan kedua, namun basah pada tingkatan pertama. Yang terbaik adalah daging domba yang sudah berusia satu tahun. Berkhasiat menambah darah bersih yang memperkuat tubuh bagi orang yang pencernaannya baik, memperbaiki metabolisme, dingin dan stabil, baik bagi penggemar olah raga berat di berbagai tempat dan di berbagai musim yang dingin. Juga berkhasiat bagi mereka yang kelebihan enzim serta menguatkan daya ingat. Namun daging domba yang sudah tua dan lemah tidak sehat. Demikian juga daging domba betina.

Yang paling baik adalah daging domba jantan berwarna hitam. Daging ini lebih ringan, lebih lezat, dan lebih berkhasiat. Daging domba yang sudah dikebiri lebih baik lagi. Yang berwarna merah dan gemuk lebih ringan di perut serta bergizi. Daging kambing biasa lebih sedikit gizinya dan mengapung dalam perut.

Daging yang paling baik adalah yang paling jauh dari tulang. Bagian kanan lebih lunak dan lebih baik kualitasnya untuk lambung daripada bagian kiri. Bagian depan lebih baik daripada bagian belakang. Bagian kambing yang paling disukai oleh Rasulullah adalah bagian depan, juga semua bagian atas selain kepala, karena sifatnya lebih ringan dan lebih baik kualitasnya daripada bagian bawah.

Al-Farzdaq pernah memberikan daging kepada seorang lelaki yang membeli daging, “Ambil bagian depannya dan jauhi bagian kepala serta perut, karena penyakit ada pada kedua bagian itu.”

Daging leher juga lezat dan baik, mudah dicerna dan cukup ringan. Daging lengan lebih ringan dan lebih lezat, lebih lembut, lebih bersih, dan paling cepat dicerna. Dalam Shahih Bukhari-Muslim disebutkan bahwa Rasulullah Saw sangat suka dengan daging paha.
Daging punggung sangat bergizi dan dapat menambah darah bersih. Ibnu Majah dalam kitab Sunan-nya meriwayatkan secara marfu’, “Daging terbaik adalah bagian punggung.

-Daging kambing muda
Sifatnya nyaris stabil, terutama jika masih menyusu, tapi bukan yang baru lahir. Dagingnya mudah dicerna karena mengandung energi susu, mengencerkan kotoran, sangat cocok bagi kebanyakan orang, dan pada kondisi secara umum lebih lembut daripada daging unta. Darah yang dihasilkan oleh daging inipun bersifat netral.

-Daging sapi
Sifatnya dingin dan kering, sulit dicerna, sangat sulit turun ke lambung, menambah darah hitam, tetapi hanya baik bagi orang yang kelelahan. Terlalu banyak mengonsumsi daging sapi dapat menimbulkan penyakit karena unsur hitam seperti panu, kudis, gatal-gatal bahkan lepra, penyakit gajah, kanker dan was was, demam, serta berbagai pembengkakan. Itu berlaku bagi orang yang belum terbiasa atau tidak dapat mengantisipasi bahayanya, misalnya dengan merica atau dengan bawang putih, jahe, dan sejenisnya. Daging sapi jantan lebih dingin, sementara yang betina lebih kering.
Daging anak sapi, terutama yang gemuk, termasuk daging paling bergizi, paling baik, paling lezat, dan paling berkhasiat. Sifatnya panas dan lembab. Jika dicerna dengan baik, dapat memberi asupan gizi yang baik sekali.* (Bersambung)

–>Artikel dan semua foto yang diposting di blog ini ditulis dan diambil oleh saya, ©Kang Asti, untuk @JatengNyamleng. Dan terima kasih atas kerjasamanya untuk tidak menggunakannya tanpa izin. Jika ada yang ingin menggunakan artikel atau foto untuk tujuan komersial, silahkan menghubungi saya secara pribadi.
Advertisements

About Kang Asti

Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Kerjasama dan kemitraan via email: badiatulmuchlisinasti@gmail.com
This entry was posted in Fiqih Kuliner. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s