Pesan Islam dalam Mengonsumsi Daging

Daging, boleh dinikmati, tapi jangan berlebihan

Daging, boleh dinikmati, tapi jangan berlebihan

Dalam Al-Qur’an: “Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.” (QS. Ath-Thuur: 22).

Juga: “Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al-Waqi’ah: 21).

Dua ayat di atas menyiratkan secara eksplisit bolehnya mengonsumsi buah-buahan dan daging sebagai karunia Allah untuk manusia. Buah-buahan yang manis dan segar dari berbagai tanaman dan tumbuhan semuanya halal dikonsumsi manusia kecuali yang berbahaya bila dikonsumsi.

Adapun daging berasal dari hewan, yang secara umum terbagi menjadi dua kategori, yakni; yang diharamkan dan yang dihalalkan. Yang diharamkan antara lain daging dari binatang buas seperti harimau, anjing, kucing, dan sebagainya. Yang dihalalkan antara lain dari binatang ternak seperti unta, sapi, kambing, dan sebagainya.

Daging dari binatang yang halal merupakan karunia Allah untuk dinikmati oleh manusia. Dalam perkembangan peradaban manusia, daging bisa diolah menjadi variasi kreasi masakan yang lezat, seperti dibuat sate, gulai, rendang, opor, soto, rica-rica, dan sebagainya.

Dalam literatur hadits disebutkan bahwasannya daging merupakan rajanya makanan dan sebaik-baik lauk, karena memang daging menyimpan cita rasa kelezatan dan nutrisi yang dibutuhkan manusia.

Ibnu Majah dalam kitab Sunan-nya meriwayatkan hadits Abu Darda’ bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Rajanya makanan penduduk dunia dan penduduk Surga adalah daging”.

Dalam hadits (marfu’) Buraidah disebutkan, “Sebaik-baik lauk di dunia dan penduduk Surga adalah daging.

Dalam literatur klasik disebutkan berbagai manfaat daging bagi manusia. Zuhri menyatakan, “Memakan daging dapat meningkatkan stamina sampai tujuh puluh kali lipat.” Muhammad bin Wasi’ menandaskan, “Daging meningkatkan daya penglihatan.” Nafi’ berkata, “Jika bulan Ramadhan tiba, Ibnu Umar tidak pernah meninggalkan daging. Jika bepergian, ia tidak pernah lupa membawa daging.”

Meskipun membolehkan manusia untuk menikmati daging dengan berbagai kreasi masakannya, namun Islam juga mengingatkan agar seorang muslim tidak terus-menerus dan berlebihan dalam mengonsumsi daging. Karena berlebihan memakan daging, apalagi tanpa diimbangi makanan dari bahan nabati, dapat membahayakan dirinya.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah adalam kitabnya Ath-Thibb An-Nabawi menyatakan, sebaiknya seseorang tidak terus-menerus makan daging karena dapat menyebabkan darah tinggi, kegemukan, dan demam berat.

Umar bin Khaththab berpesan, “Hati-hatilah memakan daging. Daging bisa berbahaya sebagaimana minuman keras. Allah tidak menyukai penghuni rumah yang penuh dengan daging.”

Hipokrates sebagaimana dikutip Imam Malik dalam Al-Muwaththa’ menyatakan, “Jangan biarkan perut kalian menjadi kuburan binatang.”

Dengan demikian, pesan yang ingin disampaikan adalah, boleh makan daging dan menikmatinya, tapi makanlah dengan bijak. Dalam arti jangan berlebihan. Dan pastikan bahwa daging yang kita makan adalah halal, baik dari sisi dzatnya maupun cara perolehannya.

Selamat makan! Semoga bermanfaat.* (Kang Asti)

Advertisements

About Kang Asti

Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Kerjasama dan kemitraan via email: badiatulmuchlisinasti@gmail.com
This entry was posted in Fiqih Kuliner. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s