Resep Becek Khas Grobogan ala Bunda Nur Wahyuni (Aktivis Muslimat NU)

Sebagai kuliner khas Grobogan, sesungguhnya konsep becek sangat simpel. Mungkin itu karena secara historis dan sosiologis (weits! Hehe…), becek merupakan makanan yang diperuntukkan sebagai jamuan para tamu di acara hajatan di pedesaan. Banyaknya tamu yang datang, hilir mudik bak arus lalu lintas, menjadikan konsep masakannya harus simpel, dalam arti mudah dibuat dan tidak ribet.

Bunda Nur Wahyuni (tengah, berjilbab biru), berpose selepas acara.

Bunda Nur Wahyuni (tengah, berjilbab biru), berpose selepas acara. Saya paling kanan (baju batik merah).

Karena simpelnya itu yang mungkin menjadikan butuh waktu lama untuk becek akhirnya muncul ke permukaan. Tidak hanya ada di acara hajatan warga saja, namun juga hadir di warung makan. Baru sekitar lima tahunan becek tersedia di banyak warung dan rumah makan di Grobogan.

Namun, sebagaimana lazimnya makanan, kualitas dan cita rasanya tergantung tangan sang peraciknya. Setiap tangan punya “tuah”-nya sendiri, yang berdampak pada cita rasa masakan yang dibuatnya, kendati barangkali resep atau bumbu dan takarannya sama. Apalagi bila sudah masuk pada ranah kreasi dengan tambahan bumbu dan strategi memasak, maka tak bisa dihindari, kini becek pun sudah mulai muncul dengan banyak versi dan citarasanya.

Becek ala Bunda Nur Wahyuni

Becek ala Bunda Nur Wahyuni

Seger dan nyamleng...

Seger dan nyamleng…

Adalah Bunda Nur Wahyuni, Ketua Muslimat NU dan Ketua Forum Masyarakat Madani (FMM) Kecamatan Penawangan (Kabupaten Grobogan), sering menyajikan menu becek racikannya sendiri saat menjamu tamunya di berbagai event. Selain—tentu saja—sebagai sajian untuk keluarga sendiri.

Rabu, 5 Oktober 2016, di sebuah event yang diadakan oleh organisasi yang beliau pimpin, dan kebetulan saya menjadi tamu sekaligus fasilitator di acara tersebut, beliau menyajikan becek kreasinya. Berikut ini resep becek ala Bunda Nur Wahyuni yang dibagikan kepada saya, spesial untuk @JatengNyamleng, sebagai berikut:

Bahan:

¼ kg daging sapi (tetelan)

3 liter air

Daun kedondong secukupnya

Bumbu:

5 butir bawang merah

4 siung bawang putih

1 sendok teh ketumbar

Cabai rawit sesuai selera

3 butir kemiri

Salam secukupnya

Laos secukupnya

Gula secukupnya

Garam secukupnya

Cara:

  1. Daging dibersihkan, potong sesuai selera.
  2. Rebus air hingga mendidih, masukkan daging.
  3. Haluskan semua bumbu kecuali salam dan laos.
  4. Masukkan bumbu halus ke dalam rebusan daging.
  5. Masukkan salam, laos, dan daun kedondong.
  6. Tunggu hingga matang.
  7. Siap disajikan.

Simpel bukan? Mudah dibuat dan tidak ribet. Tapi bila bumbunya pas, akan menghadirkan cita rasa becek yang sedep dan mak nyus. Dari aspek rasa, becek buatan Bunda Nur Wahyuni sudah merepresentasikan cita rasa becek khas Grobogan, yakni sueegeerrr dan nyampleng. Kekurangannya cuma satu: beceknya tidak pedas. Sedang saya penyuka pedas dengan tingkat kepedasan level menengah ke atas hahaha…..btw, terima kasih suguhan beceknya bunda. Dan juga resepnya.*

Advertisements

About Kang Asti

Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Kerjasama dan kemitraan via email: badiatulmuchlisinasti@gmail.com
This entry was posted in Dapur Nyamleng. Bookmark the permalink.

2 Responses to Resep Becek Khas Grobogan ala Bunda Nur Wahyuni (Aktivis Muslimat NU)

  1. jo beta says:

    Nuwun sewu, becek asli Grobogan bukannya pakai daun DAYAK bukan daun KEDONDONG

    Like

    • Iya, betul…di beberapa daerah di kabupaten Grobogan sudah jarang ditemui daun DAYAKAN, jadi sebagai gantinya pakai daun kedondong…resep di atas memang yang biasa dibuat oleh bunda Nur Wahyuni..tapi di artikel lain di blog ini saya sebutkan ttg daun DAYAKAN…sudah rencana nanti akan saya ulas di artikel tersendiri tentang BECEK dan daun DAYAKAN..matur suwun komentanya nggih 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s