Sedap Nian Sarapan Nasi Megono dan Tauto Pekalongan (1)

Selasa-Kamis, 27-29 September, saya mengikuti acara Lokakarya Tim Mentor Rujukan Provinsi Jawa Tengah di Hotel Horison Pekalongan atas undangan Emas (Expanding Maternal and Neonatal Survival) Jawa Tengah . Saya berangkat ke Kota Pekalongan hari Selasa pagi naik kereta api Kedungsepur. Star dari stasiun Karangjati (kecamatan Karangrayung) jam 08.30, transit di Stasiun Tawang (Semarang), lalu naik kereta api Kamandaka jurusan Purwokerto. Tiba di Stasiun Pekalongan sekitar jam 12.30, langsung menuju Hotel Horison dengan jalan kaki karena dekat, hanya berjarak sekitar 100-an meter dari stasiun.

Serius mengikuti kegiatan lokakarya

Serius mengikuti kegiatan lokakarya. Saya pakai baju batik merah.

Salah satu kebiasaan saya setiap mengunjungi suatu daerah adalah mencicipi kuliner khasnya. Karena bagi saya, kuliner merupakan salah satu identity yang mencerminkan cita rasa dan kearifan lokal masyarakat suatu daerah. Selain karena memang saya doyan makan hahaha….

Iya sih, ini bukan pertama kali saya datang ke Kota Pekalongan. Dulu, dulu sekali, waktu masih bujangan (hehe), saya sering bolak-balik ke Kota Pekalonan karena ‘tugas’ dari ibu untuk menjenguk (baca: nganter uang bulanan) adik bungsu saya yang nyantri di Kota Batik ini. Namun, ketika itu, hobi berburu kuliner saya belum muncul karena saat itu kantong yang masih tipis hahaha…

Sayangnya, padatnya acara menjadikan saya kesulitan untuk keluar berburu kuliner lokal setempat. Adanya cuma waktu malam hari, tapi sudah tepar karena capek. Namun alhamdulillah, pucuk dicinta ulam pun tiba. Hari pertama sarapan di Bengawan Resto—resto milik Hotel Horison Pekalongan—tersedialah Nasi Megono. Tanpa ba bi bu, saya pun mencomot dua bungkus sebagai menu sarapan, pagi itu.

dscf9981

Nasi megononya dibungkus rapi dengan daun pisang.

Nasi megono plus tempe goreng

Nasi megono plus tempe goreng….

Nasi megono plus tempe goreng juga sedap lo

Nasi megono plus tempe goreng juga sedap lo!

Nasi megono termasuk kuliner khas Pekalongan yang cukup familiar. Kuliner ini cukup populer di Pekalongan sehingga sering disebut dengan “makanan rakyat” karena sudah menyatu dengan kehidupan masyarakat Pekalongan, sebagai kuliner yang bisa dinikmati di pagi, siang, atau malam hari. Juga, kuliner ini mudah ditemukan karena banyak dijajakan, mulai dari warung pinggir jalan hingga restoran.

Nasi megono sendiri terdiri atas nasi putih yang di atasnya diberi olahan nangka muda yang disebut megono. Jadi, olahan nangka muda itulah yang disebut megono. Bahan baku megono hampir sama dengan gudeg, namun cara mengolahnya berbeda. Untuk membuat megono, nangka muda dicincang kasar menjadi potongan-potongan kecil. Lalu dipadu dengan parutan kelapa muda.

Paduan cacahan nangka muda dan parutan kelapa tersebut dikukus bersama dengan aneka bumbu yang sudah dihaluskan. Bumbu halusnya antara lain bawang putih, bawang merah, cabai merah, ketumbar, merica, kemiri, dan lengkuas. Selain itu, ditambahkan pula daun salam, serai, dan bunga kecombrang.

Menurut Ketua Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Pekalongan Anasrullah, yang menemani saya sarapan nasi megono pagi itu, nasi megono biasa disajikan dengan mendoan yaitu tempe goreng tipis bertepung yang setengah matang. Lalu disajikan dengan pincuk daun pisang. Tapi pada perkembangannya, nasi megono juga biasa disantap bersama telur atau lauk lainnya. Penyajian pun tak mesti dengan daun pisang, tapi menggunakan piring. Pagi itu saya menyantap nasi megono dalam balutan daun pisang dengan lauk tempe goreng dan omelet.

Dalam buku yang saya susun berjudul “Kumpulan Resep Masakan Tradisonal dari Sabang Sampai Merauke” (Media Pressindo, Yogyakarta, 2010, hlm. 170), saya memasukkan resep membuat megono dengan kreasi tambahan ikan tengiri dan petai, sebagai berikut:

Bahan:

1 kilogram nangka muda, dicacah halus

¼ kg ikan tengiri (bila suka)

1 ons petai (bila suka), dipotong kecil-kecil

1 butir kelapa agak muda

1 ons daun so/daun melinjo

1 potong bunga kecombrang

5 buah cabai merah

Minyak goreng secukupnya

 

Bumbu:

7 butir bawang merah

5 butir bawang putih

5 buah cabai merah

3 butir kemiri

1 sdt ketumbar

Terasi secukupnya

1 uas kencur

1 ruas jahe

3 lembar daun jeruk purut

3 lembar daun salam

2 batang serai

1 jari lengkuas

Cara:

  1. Bersihkan ikan tengiri, lalu digoreng, diambil dagingnya dan dipotong kecil-kecil
  2. Kelapa diparut. Lalu campurkan parutan kelapa dengan bumbu yang sudah dihaluskan, kecuali daun salam, laos, dan serai.
  3. Daun melinjo, petai, kecombrang, dan cabai merah diiris halus.
  4. Campur semua bahan yang telah disiapkan dan kukus sampai matang.
  5. Siap disajikan bersama nasi putih dan lauk lainnya.

Kuliner kebanggaan masyarakat Pekalongan ini memiliki nilai historis yang tinggi karena konon merupakan ransum atau bekal para prajurit Mataram dalam perjalanan. Konsep nasi megono dibuat simpel dengan memanfaatkan bahan yang mudah didapatkan dengan tetap memperhatikan nilai gizi yang dibutuhkan. Dibuat kering tak berkuah konon agar nasi megono dapat bertahan lebih lama.

Saat ini nasi megono sudah dikreasikan dengan menambahkan bumbu atau lauk lainnya sehingga tidak membosankan ketika disantap. Jadi, bila berkunjung ke Pekalongan, jangan lupa menikmati Nasi Megono yang sedap nian (hehe..!).* (Bersambung)

 

 

Advertisements

About Kang Asti

Writer, blogger, book-preneur, dan social-preneur. Direktur Hanum Publisher, Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia, Sekretaris Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Grobogan, Pengurus bidang program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Grobogan, Ketua Blogger Grobogan, dan Kabid Pendidikan Anti Korupsi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah. Hobi banget membaca; penyuka kuliner, dan wisata. Kerjasama dan kemitraan via email: badiatulmuchlisinasti@gmail.com
This entry was posted in Kuliner Pekalongan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s